
Biaya listrik untuk sistem CCTV dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti jumlah kamera yang digunakan, resolusi kamera, jenis kamera (analog atau IP), apakah kamera memiliki fitur deteksi gerakan atau tidak, dan juga biaya listrik lokal di daerah Anda.
Secara umum, kamera CCTV memiliki kebutuhan daya yang bervariasi, tergantung pada spesifikasi masing-masing kamera. Kamera dengan resolusi lebih tinggi atau fitur-fitur tambahan mungkin memerlukan lebih banyak daya. Anda juga perlu mempertimbangkan penggunaan perangkat penyimpanan (seperti DVR atau NVR) yang juga memerlukan daya.

Ini dia langkah-langkah menghitung biaya pemakaian listrik untuk CCTV!
- Periksa Spesifikasi Kamera: Lihat dokumentasi atau spesifikasi kamera Anda untuk mengetahui berapa banyak daya yang dikonsumsi oleh masing-masing kamera. Biasanya, spesifikasi akan menyebutkan daya dalam watt (W) atau volt-ampere (VA).
- Jumlah Kamera: Hitung berapa banyak kamera yang akan Anda pasang dalam sistem CCTV Anda.
- Total Daya: Kalikan daya yang dikonsumsi oleh satu kamera dengan jumlah total kamera yang akan Anda pasang untuk mendapatkan total daya yang dibutuhkan oleh semua kamera.
- Perangkat Penyimpanan: Jika Anda menggunakan DVR atau NVR, tambahkan daya yang dikonsumsi oleh perangkat penyimpanan ke dalam total daya yang telah dihitung sebelumnya.
- Waktu Operasional: Tentukan berapa jam dalam sehari sistem CCTV akan beroperasi. Misalnya, jika sistem bekerja 24 jam sehari, Anda akan mengalikan total daya dengan 24.
- Biaya Listrik Lokal: Periksa berapa biaya listrik per kilowatt-hour (kWh) Anda. Anda bisa cek di web resmi PLN ya.
- Hitung Biaya: Kalikan total daya (dalam kilowatt atau kW) dengan jumlah jam operasional harian dan tarif listrik lokal (per kWh) untuk mendapatkan perkiraan biaya listrik harian, bulanan, atau tahunan.
Simulasi Perhitungan Biaya Listrik untuk CCTV
Misalnya daya Listrik dirumah Anda adalah 1.300 VA dengan biaya Rp 1.444,70 /kWh. Dirumah anda menggunakan 1 CCTV IP Camera dengan daya 12 watt. Selain itu Anda juga perlu menggunakan NVR yang memiliki daya 24 watt, dan switch poe dengan daya 30 watt.
Maka, 12 watt + 24 watt + 65 watt = 101 watt
Kita ubah jadi kWh 101 watt : 1.000 = 0,101kWh
Anda menyalakan CCTV 24 jam maka total biaya yang perlu Anda keluarkan untuk 1 paket CCTV adalah :
0,101 kWh x 24 jam x Rp 1.444,70 = Rp 3.501,95
Tidak sampai Rp 4,000 perhari, murah bukan?
Perhitungan ini hanya simulasi, daya perangkat yang Anda miliki / beli bisa berbeda-beda!
Ingatlah bahwa ini hanyalah perkiraan kasar, karena faktor-faktor seperti fluktuasi harga energi dan efisiensi kamera juga dapat mempengaruhi biaya listrik sebenarnya. Pastikan juga untuk mempertimbangkan biaya tambahan, seperti perawatan dan perangkat lunak, saat merencanakan anggaran untuk sistem CCTV Anda.

Jasa Pasang dan Perbaikan CCTV Terbaik dan Terpercaya
Apakah saat ini Anda sedang mencari jasa CCTV profesional? Maka perusahaan kami adalah solusi yang tepat untuk permasalahan Anda. Kami melayani jasa pasang, perbaikan, dan maintenance CCTV, didukung dengan tim teknisi yang handal, terampil, dan professional. Loewix CCTV hadir memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik untuk solusi CCTV dan sistem keamanan Anda.
Segera hubungi kami untuk pemasangan CCTV dan sistem keamanan lainnya!